Kamis, 16 Mei 2019

Software Defined Networking (SDN)


Nama                : Zebedeus Cheyso
Nim                  : 1605551098
Mata Kuliah     : Network Centric Principles
Dosen               : I Putu Agus Eka Pratama, ST., MT
Teknologi Informasi / Fakultas Teknik / Universitas Udayana



Software Defined Networking (SDN)
Software Defined Networking merupakan arsitektur yang bertujuan untuk membangun jaringan yang cepat dan fleksibel. SDN merujuk pada konsep atau paradigma baru dalam merancang, mengelola, dan mengimplementasikan jaringan, terutama untuk mendukung kebutuhan dan inovasi di bidang ini yang semakin lama semakin kompleks.

Virtualisasi
Sama halnya dengan Cloud Computing, kekuatan utama dari SDN adalah virtualisasi yang artinya implementasi SDN di level software akan membentuk virtualisasi IAAS (Infrastructure as a Service) Cloud. Tujuan virtualisasi adalah membuat versi virtual atau maya dari suatu sumber daya sehingga pada satu sumber daya secara fisik dapat dijalankan atau disimpan beberapa sumber daya maya sekaligus, dengan syarat untuk kerja masing-masing sumber data maya tersebut tidak berbeda secara signifikan dengan sumber daya fisiknya. Virtualisasi dapat dilakukan terhadap sistem operasi (misalnya penggunaan virtualbox), media penyimpanan, aplikasi, hardware, jaringan, dan layanan di jaringan.

Virtualisasi hardware dapat dimungkinkan karena perkembngan teknologi hardware yang pesat sehingga kemampuan sebuah sumber daya fisik berada jauh di atas tuntutan penggunaannya yang mengakibatkan sebagian besar waktu atau kapasitasnya tidak terpakai (idle), yang mana kapasitasi ini lah yang bisa digunakan oleh cloud untuk virtualisasi. Kapasitas atau kemampuan lebih ini didayagunakan dengan menjalankan atau menyimpan beberapa sumber daya maya atau virtual sehingga dapat menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi.

Hypervisor
Hypervisor ini bertindak sebagai Virtual Machine Manager (VMM) yang melakukan abstraksi dari perangkat keras fisik menjadi perangkat keras virtual untuk mendistribusikan beban kerja dari semua mesin virtual (VM) ke masing-masing perangkat keras secara proporsional sehingga tanpa adanya hypervisor akan menyulitkan aplikasi untuk melakukan virtualisasi.





Praktik Sederhana Menggunakan Mininet di Linux Ubuntu
Mininet merupakan emulator berbasis CLI yang digunakan untuk membuat sebuah topologi jaringan pada Software Defined Network (SDN). Konsep virtualisasi pada Mininet adalah ketika membuat perangkat-perangkat jaringan secara virtual dan mampu mengkoneksikan perangkat-perangkat jaringan tersebut menjadi suatu topologi jaringan yang utuh. Hal pertama yang harus dilakukan adalah instalasi Mininet di Linux Ubuntu dengan perintah :
apt-get install mininet

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSwfp2nQ7wJHTiW6XExuR5K-7WS6jXJMoateCjKBevdNHfmHzzsULzUGR2vRmtQ0PkHFMNIaGYbaEFKfRQDYCI__oH8vMIY0HoWTyvbhY9BAncfMuGNQ3lIH9oQT0gwkVIZ4bw_vo2q3TE/s1600/2.png

Setelah proses instalasi selesai, selanjutnya adalah membuat single topologi 3 hosts tanpa terhubung ke controller dengan perintah:
sudo mn --mac --topo single,3 --switch ovsk –controller=remote

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCKEMiuIHIgrR1Bho9Kj4PXG7eYoNUAd3vSaGUDOnAxIXO9jq0WIz8ufaIW4JWCeYzOOPNcxZmsf99j5TJSDhJg5eCcC2WPTEj869TpQ51uth6CjIGVH2m0qjUubFfAcNta-D9p2Wd5ezH/s1600/3.png

Untuk memeriksa topologi yang telah dibuat tersebut digunakan perintah “net” untuk melihat semua interface network yang ada.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOaYRc5v3l6DWZpaXkwPxAQH7esq62cdQSqpWs4NRcHUtTs9JyqqBdrDnna1MbfrJlaEseDrNnxfvD2InISzIZ8Dz9NmTjewS5p54w8UyamnJzc-5af76HAuLxEAGn8UywXTcI8mMc5JMI/s1600/4.png

Perintah “net” akan menampilkan semua interface yang digunakan pada topologi yang telah dibuat yaitu terdiri dari 3 hosts. Selanjutnya adalah melihat semua informasi node dengan perintah “dump” seperti pada gambar berikut.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEid4MPPpvnx-x7jjz9JexDURO90BP5DBhWdbPIdhb14hwgj6h3xovGGauZvgZXm0Pa2l6qqYzkBzxt8MnzSIyo4d69VnHjQUlpMKUmopGMGbQY8_iSh7oVuHevgOa6At0nJHglaImwzdJfz/s1600/5.png

Perintah “dump” berfungsi untuk melihat seluruh informasi yang terdapat pada setiap interface yang terhubung pada topologi yang telah dibuat, terlihat beberapa informasi yang ditampilkan seperti alamat host (ip address) dari masing-masing interface, alamat dari switch remote controller, dan process id (PID) pada setiap interface. Untuk menyelesaikan virtualisasi dengan perintah “quit” seperti pada gambar berikut.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQ1Gu0bc-6UGGeK-U5mqnII7EODy940iXqSM1e6tL1Fcp0FNTUdxeWUFitnUMKYOIF_lzho5EBkoEdJ-pjst-wPpcOVYh_5kt9OFPAKpyz5y-DEGw5KTHP2SBW2zotrMFsVbwG-Dpq9BGJ/s1600/6.png


Referensi
[1] I Putu Agus Eka Pratama, “PPT Matakuliah Network Centric Principles Pertemuan 5 : Software Defined Networking (SDN)” 2019. 

Net Centric Operations Industry Consortium


Net Centric Operations Industry Consortium


Nama                : Zebedeus Cheyso
Nim                  : 1605551098
Mata Kuliah     : Network Centric Principles
Dosen               : I Putu Agus Eka Pratama, ST., MT
Teknologi Informasi / Fakultas Teknik / Universitas Udayana


Penerapan Network Centric Principles pada instansi militer, pemerintahan, dan organisasi yang lainnya memerlukan sebuah wadah atau perkumpulan untuk saling bertukar pikiran mengenai pengembanganan Network Centric bagi anggotanya. Wadah tersebut dijadikan ajang komunikasi antar penggiat, pengguna, vendor, dan pemangku kepentingan yang lain serta mengatur standar, protokol, dan regulasi guna mendukung jalannya Network Centric Principles.

NCOIC (Net Centric Operations Industry Consortium)
Merupakan konsorsium internasional yg fokus kepada pengembangan dan pemanfaatan net centric di seluruh dunia. 

Tujuan dari didirikannya NCOIC adalah meningkatkan pertukaran informasi diantara komunitas. Meningkatkan produktifitas, interaksi, keamanan, dan implementasi dari Network Centric. NCOIC beranggotakan banyak negara dan perusahaan IT di dunia dengan biaya pendaftaran dan keanggotaan bervariasi berdasarkan privilege yang didapat. Pendaftaran disediakan langsung di web NCOIC.

Network Centric menurut NCOIC memiliki daur hidup yang digunakan untuk diimplementasikan pada organisasi yaitu. Principles, Requirements, Architechture, Design, Build & Integrate, Test & Evaluate.

Bagan NCOIC dan Net Centric


   Berikut merupakan bagan dari Network Centric Prinsiples dan NCOIC yang dimana pada bagan tersebut merupakan alur dari NCOIC yang dimana pada tahap awal yaitu dasar atau prinsip, kedua merupakan pesyaratan, ketiga merupakan ilmu bangunan/arsitek, keempat melakukan desain, kelima melakukan pemgembangan atau membangun dan mempersatukan dan terakhir yaitu tahapan tes/ujian dan evaluasi.

Prinsip Network Centric Principles pada NCOIC
Keterkaitan antara Network Centrik Principles terhadap NCOIC sehingga terdapat 5 prinsip dari Network Centrik Principles pada NCOIC yaitu.
  1.       Dinamis, yang berarti semua entitas di dalam Network Centic Prinsiples harus mampu mendukung lingkungan (environment) dan kebiasaan (behaviour) yg bersifat dinamis.
  2.      Global, yang berarti penerapan Network Centic Prinsiples harus bersifat global, tidak dibatasi oleh perbedaan platform, operating system, aplikasi dan device.
  3.       Eksplisit, yang berarti semua informasi yang ditampilkan harus bersifat eksplisit atau jelas, tidak berbelit-belit sehingga semua informasi dapat dipahami dengan mudah.
  4.       Simetrik, yang berarti relasi dan entitas bersifat simetris dari sisi struktur, semua harus saling terhubung satu dengan yang lainnya.
  5.       Entitas, yang berarti setiap entitas memiliki identitas dan pengenal yang berbeda sehingga tidak terdapat identitas yang sama, entitas ini bersifat unik.



Referensi
[1] I Putu Agus Eka Pratama,“PPT Matakuliah Network Centric Principles Pertemuan 3 : NCOIC (Net Centric Operations Industry Consortium)” 2019. 



Senin, 11 Februari 2019

Artikel Network Centric Principle & Information Enterprise


Nama   :           Zebedeus Cheyso
NIM    :           1605551098
Kelas   :           Network Centric Principle
Dosen  :           I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T.


Pembahasan pada artikel ini berkaitan dengan hal-hal penting yang erat kaitanya dengan NCP, berikut hal-hal tersebut.

Routing dan Switching
Routing dapat dikatakan sebagai proses pengiriman data atau informasi  dimana paket data yang dikirim akan diteruskan dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Fungsi routing ini lebih tepatnya yaitu menentukan route terbaik untuk melakukan pengiriman atau penerimaan data dalam jaringan computer, lalu switching adalah cara bagaimana packet-packet ini dapat sampai ke tujuan atau asal, lebih tepatnya menghubungkan tiap perangkat dalam jaringan computer seperti computer dengan modem atau computer dengan komputr lain.

Service Provider
Service provider bisa kita sebut juga sebagai penyedia jasa internet, yang membantu orang-orang agar dapat terhubung ke jaringan internet yang luas, agar para pengguna infrastruktur computer yang ada pada jaringan local bias mendapatkan IP public yang berfungsi untuk melakukan koneksi internet.

Data Center
Data center dapat dikatakan sebagai fasilitas fisik yang digunakan suatu perusahaan untuk menyimpan informasi mereka. Data center sendiri mencakup beberapa elemen teknis didalamnya seperti router, switch, sistem penyimpanan, server, dan banyak lagi. Data center juga dapat berupa lahan besar yang terdiri dari banyak computer yang bekerja untuk mengumpulkan data bagi para pengguna yang menggunakan layanan ini.

Security
Berbicara mengenai NCP, tentu akan berkaitan dengan security atau keamanan. Keamanan data merupakan upaya untuk mengamankan aset informasi terhadap ancaman yang mungkin timbul. Sehingga keamanan informasi secara tidak langsung dapat meminimalkan risiko yang terjadi. Semakin banyak informasi yang disimpan, dikelola dan dibagikan maka semakin besar pula risiko terjadinya kerusakan, kehilangan atau tereksposnya data ke pihak eksternal yang diinginkan.


Linux
Linux merupakan system operasi yang paling banyak digunakan dalam perusahaan-perusahaan besar dikarenakan sangat aman (tidak rentan virus) dan linux juga dapat menjadi sebuah pendukung dalam net centric karena open source dan dapat di modifikasi sesuai kebutuhan tertentu.


Information Enterprise (IE) dimana merupakan informasi skala enterprise yang memiliki nilai jual. Adapun bisnis yang mengarah ke digitalisasi serta berorientasi informasi yang bisa disebut Information Business (IB) pasti akan memerlukan IE.

Information Enterprise ( IE ) adalah segala jenis sistem informasi yang meningkatkan fungsi proses bisnis perusahaan dengan integrasi. Ini berarti biasanya menawarkan layanan berkualitas tinggi, berurusan dengan volume data yang besar dan mampu mendukung beberapa organisasi atau perusahaan besar dan mungkin kompleks. IE harus dapat digunakan oleh semua bagian dan semua tingkatan perusahaan.

IB sendiri memiliki 3 jenis yang diklasifikasikan berdasarkan kompetensi yang dimilikinya.
Information Content, dimana lebih mengarah pada pengumpulan informasi dan mengaplikasikannya dalam sebuah bentuk digital atau aplikasi sehingga dibutuhkan kompetensi dibidang programming.
Information Appliance, yakni mengurus sumber informasi strategis dan melakukan kampanye kesadaran publik sehingga brand dari bisnis dapat dikenali.
Information Transport, yakni keharusan sebuah informasi disalurkan ke penggunanya, sehingga kompetensi di bidang network management dan infrastruktur sebagai tulang punggung sistem digital harus ada. Nantinya IB ini akan mengatur bagaimana cara informasi dapat disimpan dan disampaikan.

Selain itu, IE pun memiliki 3 element pembangun diantaranya adalah sebagai berikut.
Information Processing, yakni pengolahan informasi seperti Create, Update, dan Delete.
Office Technology, yakni pengetahuan mengenai OS, serta aplikasi yang membantu pengolahan informasi.
Telecommunication, yakni infrastruktur jaringan dan akses internet untuk membantu distribusi informasi.

IE adalah platform teknologi yang bisa menyatukan semua informasi dari berbagai bagian menjadi satu (single) informasi secara logikal, sehingga Enterprise (perusahaan/organisasi) bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan mudah. Dalam hal ini, tidak hanya sekedar penggunaan teknologi jaringan misal LAN (local area network) sehingga antar divisi terhubung secara fisik tapi juga integrasi proses bisnis masing masing divisi. Dibutuhkan juga penyatuan semua database secara logikal, sehingga bukan hanya antar divisi tapi juga pengaksesan informasi untuk semua level di organisasi baik dari staf operasional, manajer maupun direktur.